Waspadai 12 Bahaya Berat Badan Berlebih / Obesitas

Waspadai 12 Bahaya Berat Badan Berlebih / Obesitas

Waspadai 12 Bahaya Berat Badan Berlebih / Obesitas

Bahaya obesitas / berat badan berlebih – Obesitas atau dikenal dengan berat badan berlebih ialah suatu kondisi dimana adanya penumpukan lemak yang terakumulasi dalam tubuh.

Di Indonesia sendiri obesitas adalah kondisi yang banyak di alami, dari data riset kesehatan nasional tahun 2016 melalui laman cnnindonesia.com menyebutkan bahwa penduduk Indonesia yang mengalami obesitas ( kegemukan ) meningkat yaitu sebesar 20.7 % dari tahun 2013 antara usia 18 tahun.

Dilihat dari pengaruhnya, obesitas ini bukanlah kondisi yang bisa begitu saja dibiarkan. Karena berbagai komplikasi berbahaya bisa saja terjadi sewaktu-waktu, bahkan pada kasus lain keadaan ini juga dapat mengancam jiwa.

Benarkah ?

Laman asmbs.org menyebutkan bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih besar dalam mengembangkan kondisi serius, termasuk :

  1. Diabetes. Obesitas adalah penyebab utama diabetes tipe 2. Orang yang terkena obesitas atau obesitas berat sekitar 10 kali lebih mungkin terkena diabetes tipe 2.
  2. Hipertensi. Obesitas adalah faktor risiko utama untuk tekanan darah tinggi (juga dikenal sebagai “hipertensi”). Sekitar 3 dari 4 kasus hipertensi berhubungan dengan obesitas. Hipertensi meningkatkan risiko penyakit lainnya. Ini termasuk penyakit jantung koroner (PJK), gagal jantung kongestif (CHF), stroke, dan penyakit ginjal.
  3. Penyakit jantung. Penyakit jantung membunuh sekitar 600.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat. American Heart Association menganggap obesitas merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Studi besar menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung meningkat dengan obesitas. Orang dengan obesitas berat berisiko tinggi terkena penyakit arteri koroner. Ini berarti mereka memiliki risiko serangan jantung lebih tinggi. Obesitas meningkatkan risiko gagal jantung. Obesitas berat dikaitkan dengan detak jantung tidak teratur (aritmia). Aritmia ini bisa melipatgandakan risiko serangan jantung.
  4. Gangguan pernafasan. Orang dengan obesitas telah mengurangi kapasitas paru-paru. Orang-orang ini berisiko tinggi terkena infeksi saluran pernafasan. Mereka lebih cenderung menderita asma dan gangguan pernafasan lainnya. Asma telah terbukti tiga hingga empat kali lebih umum di antara orang-orang dengan obesitas.
  5. Kanker. Kanker mempengaruhi lebih dari setengah juta nyawa per tahun di Amerika Serikat. Obesitas diyakini menyebabkan hingga 90.000 kematian akibat kanker per tahun.
  6. Penyakit cerebrovaskular dan stroke. Obesitas membuat ketegangan pada keseluruhan sistem peredaran darah Anda. Strain ini meningkatkan risiko stroke. Obesitas bisa menyebabkan faktor risiko stroke lainnya. Faktor risiko stroke meliputi penyakit jantung, sindrom metabolik, hipertensi, kelainan lipid, diabetes tipe 2 dan apnea tidur obstruktif.
  7. Gastroesophageal reflux disease (GERD). Gastroesophageal reflux disease (GERD) menyebabkan asam lambung naik atau sekresi usus naik ke kerongkongan. Obesitas dikaitkan dengan resiko GERD yang lebih tinggi.
  8. Masalah tulang. Obesitas atau memiliki berat badan berlebih memiliki kontribusi terhadap sejumlah masalah tulang dan sendi. Masalah ini dapat meningkatkan resiko kecelakaan dan cedera pribadi.
  9. Penyakit alzheimer. Studi menemukan bahwa obesitas pada usia paruh baya dapat menyebabkan kondisi yang meningkatkan risiko demensia dan penyakit Alzheimer.
  10. Penyakit Ginjal : Hipertensi, diabetes tipe 2 dan gagal jantung kongestif merupakan kontributor utama penyakit ginjal dan gagal ginjal. Semua kondisi ini disebabkan atau diperburuk oleh obesitas.
  11. Septicemia : Septicemia adalah infeksi serius yang dapat dengan cepat menyebabkan syok septik dan kematian. Studi telah menunjukkan bahwa orang yang terkena obesitas, terutama obesitas berat, berisiko tinggi mengalami septikemia.
  12. Penyakit Hati : Obesitas adalah penyebab utama fatty liver dan penyakit hati berlemak non alkohol. Kebanyakan orang dengan obesitas berat memiliki penyakit hati berlemak non alkohol. Penyakit hati berlemak dapat menyebabkan jaringan parut hati, mengakibatkan fungsi hati memburuk, dan ini dapat menyebabkan sirosis dan gagal hati.

Disamping pengaruh, efek, dampak & bahaya obesitas diatas. Banyak dari komplikasi tersebut dapat dihindari atau disembuhkan melalui penurunan berat badan yang sehat dengan cara mengatur asupan makakan dan berolahraga.

Sumber : https://asmbs.org/patients/impact-of-obesity

Baca juga artikel lainnya :

Waspadai, Bahaya Tubuh Yang Terlalu Kurus !!!

Posted by Obat Herbal Pelangsing Terlaris

Waspadai 12 Bahaya Berat Badan Berlebih / Obesitas

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *